SEMARANG – Satuan Pengawas Internal (SPI) UIN Walisongo Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas tata kelola dan profesionalisme pengawasan melalui partisipasi dalam Seminar Nasional dan Pengukuhan Gelar Kompetensi yang diselenggarakan oleh Praktisi Auditor Internal Bersertifikat Kompetensi (PAI-BK). Kegiatan yang berlangsung di PO Hotel Semarang pada 11 Februari 2025 ini diikuti oleh tujuh auditor SPI UIN Walisongo Semarang, yakni Lilik Al Amah, Ida Mishobbah Munir Rahayu, Mursidah, Isyhar Malija Hakim, Lathifah Azmi, Nida Ulya Shofana, dan Lailay Nur Asyifa. Ketujuh auditor tersebut secara resmi dikukuhkan dengan gelar Associate Certified Competent Internal Auditor (ACCIA) setelah melalui tahapan pelatihan serta uji kompetensi.
Kegiatan yang mengusung tema “Pengembangan Metodologi untuk Meningkatkan Kualitas dan Nilai Tambah Fungsi Internal Audit” ini dibuka dengan sambutan dari berbagai pihak. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diwakili oleh Dr. Dhoni Widianto, M.Si., selaku Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, yang menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi bagi auditor sebagai bentuk jaminan profesionalisme dan akuntabilitas, khususnya di sektor publik. Keikutsertaan auditor UIN Walisongo dalam kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas pengawasan internal agar dilaksanakan oleh tenaga profesional yang kompeten serta mampu memberikan keyakinan memadai dan nilai tambah bagi institusi dalam mewujudkan Good Corporate Governance (GCG).
Memasuki sesi utama, peserta memperoleh wawasan strategis dari berbagai keynote speaker dan narasumber profesional. Syamsi Hari selaku Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) periode 2023–2028 menegaskan bahwa kompetensi auditor harus mencakup integrasi pengetahuan, keterampilan, serta integritas moral dalam menghadapi transformasi ekonomi dan perkembangan teknologi. Materi metodologi audit berbasis risiko Environmental, Social, and Governance (ESG) disampaikan oleh Adam Zahir selaku Vice President ESG PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan Johanes Barus selaku Direktur Manajemen Risiko PT Petrokimia Gresik, yang menyoroti pentingnya penguatan aspek keberlanjutan dalam praktik audit modern.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai penguatan budaya manajemen risiko melalui penerapan Business Continuity Management System (BCMS) yang disampaikan oleh Fajar Atrifani selaku Komisaris BCM Indonesia. Sementara itu, Dr. Heru Kreshna Reza, SH., M.Si., CSFA., CFrA., selaku Plt. Deputi I Kantor Staf Presiden, memaparkan transformasi audit internal menuju Global Internal Audit Standards (GIAS) 2024 yang menuntut auditor untuk berperan sebagai trusted advisor yang adaptif, inovatif, dan mampu memberikan nilai tambah bagi organisasi.
Rangkaian kegiatan berlangsung hingga malam hari yang diawali dengan gala dinner dan pertunjukan seni tradisional sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya lokal sekaligus mempererat jejaring profesional antar auditor. Puncak acara dilaksanakan melalui prosesi pengukuhan gelar kompetensi ACCIA dalam suasana khidmat dan penuh makna. Momentum ini menjadi penguatan komitmen bagi para auditor SPI UIN Walisongo Semarang untuk terus menjunjung tinggi integritas, independensi, dan profesionalisme dalam menjalankan fungsi pengawasan. Dengan meningkatnya kompetensi auditor, SPI UIN Walisongo diharapkan semakin berperan strategis dalam memastikan tata kelola universitas berjalan transparan, akuntabel, serta berorientasi pada keberlanjutan.
