Semarang – Satuan Pengawasan Internal (SPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menerima kunjungan Benchmarking, Sharing Knowledge, dan Berbagi Praktik Baik Penilaian Mandiri Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (PM SPIP) serta Manajemen Risiko dari SPI UIN Sunan Ampel Surabaya pada Kamis (2/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai III Gedung Rektorat Kampus 3 Kyai Sholeh Darat mulai pukul 08:00 WIB ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antar-SPI dalam mendukung tata kelola perguruan tinggi yang semakin akuntabel, efektif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pengawasan internal di lingkungan PTKIN dan Kementerian Agama.

Rombongan SPI UIN Sunan Ampel Surabaya dipimpin langsung oleh Kepala SPI, Imam Buchori (Ibe), didampingi Ratna Anggraeni selaku Koordinator Bidang Keuangan, Teguh Panotogomo sebagai Analis Kebijakan, serta Nabila A. Laila sebagai Auditor. Kehadiran rombongan disambut oleh Kepala SPI UIN Walisongo Semarang beserta tim. Acara dipandu oleh sekretaris SPI UIN Walisongo, Dessy Noor Farida, dilanjutkan sambutan dari Kepala SPI UIN Sunan Ampel Surabaya, kemudian pembukaan secara resmi sekaligus penyambutan oleh Kepala SPI UIN Walisongo Semarang.

Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Kedua belah pihak saling berbagi pengalaman mengenai implementasi PM SPIP dan Manajemen Risiko, mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, penyusunan laporan, hingga tindak lanjut hasil penilaian. Pada kesempatan tersebut, Laily Nur Asyifa memapar kan praktik pelaksanaan PM SPIP beserta progres yang telah dicapai SPI UIN Walisongo pada periode berjalan. Selanjutnya, Lathifah ‘Azmi menyampaikan materi mengenai penyusunan risk register hingga pengelolaan risiko sebagai bagian dari penguatan tata kelola organisasi. Tim SPI UIN Sunan Ampel Surabaya turut berbagi berbagai praktik baik yang selama ini diterapkan berdasarkan pengalaman mereka dalam mengembangkan SPIP dan manajemen risiko di lingkungan PTKIN.

Kepala SPI UIN Walisongo Semarang, Ratno Agriyanto, menegaskan bahwa implementasi PM SPIP perlu dijalankan secara efektif tanpa mengabaikan tugas utama SPI sebagai aparat pengawasan intern. “SPIP ini menilai dari sisi administrasi. Jangan sampai persoalan administrasi justru menghambat atau menghabiskan waktu kita sehingga tugas dan fungsi substantif SPI menjadi terbengkalai. Karena itu, perlu langkah-langkah yang bijak agar semuanya khusnul khatimah,” ungkapnya.

Melalui kegiatan benchmarking ini, kedua institusi tidak hanya saling bertukar pengetahuan dan pengalaman, tetapi juga memperkuat jejaring kolaborasi antar-Satuan Pengawasan Internal di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah dan Manajemen Risiko secara berkelanjutan, sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap terwujudnya tata kelola yang baik (good governance) serta mendukung peningkatan kinerja Kementerian Agama sebagai instansi induk yang menaungi seluruh PTKIN di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *