Semarang — Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menyelenggarakan kegiatan Briefing Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU) dan Persiapan Audit Eksternal Tahun Buku 2026 pada Kamis, 30 April 2026, bertempat di Ruang Teater Lantai 4 Gedung Kyai Soleh Darat. Kegiatan ini dihadiri oleh para Wakil Dekan II, Kepala Bagian, Ketua Tim, serta para pengelola keuangan, pengadaan barang dan jasa, dan pengelola Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan UIN Walisongo Semarang.
Acara dibuka oleh Wakil Rektor II, Prof. Dr. Akhmad Arif Junaidi, M.Ag., yang dalam arahannya menekankan pentingnya efisiensi anggaran di tengah kondisi fiskal nasional yang dinamis. Beliau mengingatkan seluruh unit kerja agar mengoptimalkan penggunaan anggaran secara efektif dan tepat sasaran. Selain itu, seluruh sivitas akademika didorong untuk aktif mempromosikan penerimaan mahasiswa baru serta berbagai layanan BLU UIN Walisongo guna meningkatkan pendapatan institusi. Optimalisasi pemanfaatan aset juga menjadi perhatian sebagai upaya penguatan pendapatan BLU. Kegiatan benchmarking, pelatihan, dan sejenisnya pun diimbau agar dilaksanakan secara selektif sesuai kebijakan penajaman anggaran.
Materi pertama disampaikan oleh Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI), Dr. Ratno Agriyanto, yang memaparkan penilaian kinerja keuangan serta strategi persiapan menghadapi audit eksternal oleh BPK dan Kantor Akuntan Publik. Dalam paparannya, disampaikan bahwa UIN Walisongo saat ini berada pada fase penguatan menuju universitas riset nasional. Beliau juga menekankan pentingnya kesiapan dokumen pendukung, ketertiban administrasi, penguatan pengendalian internal, serta peningkatan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Materi kedua disampaikan oleh Nuriyanta, S.H., Ketua Tim Bagian Perencanaan dan Keuangan, yang memaparkan kebijakan pengelolaan keuangan BLU UIN Walisongo Semarang. Paparan tersebut mencakup prinsip-prinsip pengelolaan anggaran berbasis kinerja, optimalisasi tata kelola pendapatan dan belanja, serta pentingnya perencanaan anggaran yang selaras dengan arah kebijakan strategis universitas.
Selanjutnya, materi ketiga disampaikan oleh Arif Kurniawan, S.M. dari Tim UKPBJ, yang mengulas perkembangan kebijakan terbaru pengadaan barang dan jasa pemerintah. Beliau juga menekankan pentingnya afirmasi penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK), serta menjelaskan penyederhanaan prosedur serah terima hasil pekerjaan. Seluruh tahapan pengadaan, mulai dari perencanaan hingga serah terima, harus dilaksanakan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Materi terakhir disampaikan oleh Yoga Nugroho Prabowo, S.T. dari Pengelola Aset dan BMN, yang membahas penatausahaan Barang Milik Negara (BMN), meliputi pencatatan, inventarisasi, pelaporan aset secara tertib sesuai ketentuan yang berlaku, serta pentingnya ketepatan penggunaan kodefikasi dan nomor akun dalam pengelolaan administrasi aset guna mendukung akuntabilitas pengelolaan aset negara.
Kegiatan ditutup oleh Plt. Kepala Biro AUPK, M. Fatah, S.Ag., M.Ed., yang dalam arahannya menegaskan pentingnya pengelolaan anggaran secara cermat, efisien, dan tepat sasaran di tengah berbagai tantangan kelembagaan. Beliau juga menekankan perlunya sinergi seluruh unit kerja dalam mendukung program-program strategis universitas, menjaga ketertiban administrasi, serta memastikan setiap kebijakan dan penggunaan anggaran dilaksanakan secara hati-hati, akuntabel, dan selaras dengan kebutuhan pengembangan institusi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh unit kerja semakin siap dalam melaksanakan pengelolaan keuangan BLU secara profesional, transparan, dan akuntabel, serta mampu menghadapi audit eksternal tahun buku 2026 dengan optimal.
